Muhammadiyah Menjadi Kekuatan Islam Global dari Indonesia
Dari sebuah rumah kecil di Kauman, Yogyakarta, lebih dari satu abad lalu, KH Ahmad Dahlan memulai langkah sederhana yang kelak menjelma menjadi gerakan Islam besar bernama Muhammadiyah. Kini, organisasi ini bukan lagi sekadar kekuatan nasional, tetapi telah menapakkan jejaknya di panggung internasional sebagai salah satu representasi Islam modern dan berkemajuan dari Indonesia.
Perkembangan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam internasional bukanlah klaim tanpa dasar. Dalam satu dekade terakhir, Muhammadiyah aktif membuka cabang istimewa di berbagai negara, seperti Mesir, Australia, Malaysia, Inggris, Taiwan, hingga Amerika Serikat. Cabang-cabang ini menjadi pusat aktivitas dakwah, pendidikan, dan penguatan identitas keislaman diaspora Indonesia di luar negeri.
Diplomasi Islam Kultural
“Muhammadiyah membawa wajah Islam yang damai, rasional, dan inklusif. Ini yang membuatnya diterima di berbagai negara,” ujar Prof. Syafiq A. Mughni, Ketua Hubungan dan Kerjasama Internasional PP Muhammadiyah.
Bersama lembaga seperti UAD (Universitas Ahmad Dahlan) dan UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Muhammadiyah juga menjalin kemitraan akademik global. Mahasiswa dari berbagai negara Afrika, Asia Tengah, dan Timur Tengah kini banyak belajar di kampus Muhammadiyah, memperkuat posisi organisasi ini sebagai pusat kajian Islam dan peradaban global.
Gerakan Global Melalui Kemanusiaan
Di ranah kemanusiaan, Muhammadiyah juga menunjukkan peran global. Melalui Muhammadiyah Aid dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), organisasi ini pernah terlibat dalam misi kemanusiaan di Rohingya, Palestina, Turki, Suriah, hingga bencana gempa Maroko. Pendekatan humanis dan cepat tanggap menjadi ciri khasnya.
"Ini bukan hanya tentang bantuan, tapi juga diplomasi kemanusiaan berbasis nilai Islam," kata Budi Setiawan, Ketua MDMC.
Menjadi Suara Islam Moderat Dunia
Dalam berbagai forum internasional, Muhammadiyah turut menyuarakan pentingnya Islam Wasathiyah (moderat) dan menolak ekstremisme dalam bentuk apapun. Muhammadiyah pernah menjadi tuan rumah Tanwir Internasional, dan aktif di forum global seperti UNESCO, World Muslim Communities Council, dan ASEAN Interfaith Dialogue.
Dengan membawa semangat rahmatan lil ‘alamin, Muhammadiyah berusaha menjembatani dunia Islam dengan isu-isu global seperti perdamaian, keadilan sosial, dan perubahan iklim.
Di tengah tantangan global terhadap Islam, Muhammadiyah menawarkan model organisasi Islam yang berakar kuat pada tradisi keilmuan, terbuka terhadap perubahan, dan aktif dalam aksi nyata. Dari Indonesia, Muhammadiyah terus bergerak menjadi salah satu kekuatan moral dan sosial Islam di tingkat global.
"Kami ingin menjadikan Islam Indonesia sebagai contoh bagi dunia — Islam yang rasional, damai, dan solutif," tutup Prof. Haedar Nashir dalam sebuah forum internasional di Kuala Lumpur.