Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Dakwah dan Pendidikan, Perkuat Peran Strategis di Tengah Masyarakat
Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial di tengah dinamika masyarakat Indonesia yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan dalam agenda konsolidasi nasional organisasi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (30/5).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, dalam pidatonya mengatakan bahwa Muhammadiyah akan terus mengedepankan Islam yang mencerahkan, moderat, dan berkemajuan.
“Muhammadiyah bukan hanya gerakan keagamaan, tetapi juga gerakan pembaruan sosial yang hadir memberi solusi bagi umat dan bangsa,” ujar Haedar.
Lebih lanjut, Haedar menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam konteks modern tanpa terjebak pada formalisme agama. Ia menekankan agar seluruh kader Muhammadiyah fokus pada penguatan amal usaha, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.
Saat ini, Muhammadiyah mengelola lebih dari 170 perguruan tinggi, 1.000 lebih rumah sakit dan klinik, serta ribuan sekolah dasar hingga menengah. Amal usaha ini tidak hanya tersebar di seluruh Indonesia, tetapi juga mulai merambah ke luar negeri, seperti pembukaan cabang Muhammadiyah di Australia dan Mesir.
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad, menyebutkan bahwa kampus Muhammadiyah kini semakin diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional.
“Kami menargetkan Universitas Muhammadiyah bisa menjadi pusat unggulan riset Islam dan teknologi. Kita sudah punya banyak kerjasama internasional yang aktif,” ujarnya.
Di era digital, Muhammadiyah juga gencar mengembangkan dakwah berbasis teknologi. Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah saat ini tengah membangun ekosistem media digital, termasuk podcast, kanal YouTube, dan aplikasi dakwah daring.
Sementara itu, lembaga tanggap bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk dalam respons terhadap bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam bidang politik, Muhammadiyah menegaskan posisi sebagai organisasi non-partisan, namun tetap aktif dalam menyuarakan nilai-nilai moral, keadilan, dan kemanusiaan. Muhammadiyah mendorong kader-kadernya untuk berkiprah di berbagai bidang kehidupan, termasuk politik, dengan tetap menjaga integritas dan nilai-nilai Islam.
Dengan usia lebih dari satu abad, Muhammadiyah terus menjadi salah satu kekuatan sipil terbesar di Indonesia. Melalui visi "Islam Berkemajuan", Muhammadiyah bertekad menjadi lokomotif perubahan yang positif, inklusif, dan solutif bagi masyarakat.